Showing posts with label 10 Artikel. Show all posts
Showing posts with label 10 Artikel. Show all posts

Friday, September 19, 2008

Krakatau Junction - Interview

Pada acara Ground Breaking Krakatau Junction Primkokas ( Minggu, 31 Agustus 2008) terselip beberapa interview antara lain :

Direktur Utama PT.KS - Bp. Fazwar Bujang

"Kegiatan Koperasi Krakatau Steel melayani Karyawan maupun masyarakat dimana juga dimungkinkan adanya food court sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat, kemudian juga ada pertokoan yang lebih mengutamakan industri kecil yang di backup oleh Krakatau Steel."


Interview Ketua Primkokas - Bp. Alugoro Mulyowahyudi

"Sesuai dengan designnya bahwa gedung ini akan didesign dengan struktur baja dengan design yang futuristic.. tentunya ini akan menjadi landmark pt.ks karena PT. KS ini sebagai sebuah industri baja tapi sampai saat ini belum mempunyai gedung yang mengunggulkan struktur baja dan juga dilengkapi dengan pohon-pohon yang hijau, sehingga orang yang akan datang nanti akan betah belanja di krakatau junction ini."

Tanya : Apakah krakatau junction akan terbuka untuk umum ?
Jawab : "Ini terbuka untuk umum dan kita harapkan bahwa ini menjadi salah satu pusat keramaian tidak hanya bagi karyawan krakatay steel tapi bagi masyarakat cilegon pada umumnya."

Tanya : Optimis proyek ini akan berjalan baik ?
Jawab : "Insya allah, berkat do'a dari semua pihak dan support dari semua pihak juga, insya allah ini akan diselesaikan dalam kurun waktu 1 tahun."

Tanya : Faktor apa saja yang mendukung keberhasilan proyek ini ?
Jawab : "Terus terang dari kondisi primkokas sendiri secara finansial sudah cukup kuat. dan dari sisi system management..juga sudah cukup modern dan team work dari teman-teman pengurus dan lain sebagainya.. inilah yang akan menjadi modal dasar terselesainya rencana ini."

Tanya : Lokasi sangat strategis ?
Jawab : "Betul pak..dari sisi lokasi..inikan terletak di persimpangan, dimana jalan didepan itu ada 2 jalur sehingga masyarakan yang masuk kesini akan manjadi lebih mudah untuk mencapai gedung krakatau junction ini."

Tanya : Ucapan terimakasih buat pihak mana saja ?
Jawab :"pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Direksi PT.KS yang telah memberikan ijin pemakaian lahan ini, kemudian dari pemkot kota cilegon yang telah memberikan ijin untuk mendirikan bangunan ini, kemudian dari Dinas PU yang telah membantu didalam uji test ketahanan tanah, kepada PT. CHC yang nanti akan membantu didalam design kontruksi bajanya, KDL untuk Listrik, KTI untuk air, dan semua pihak yang mungkin tidak bisa disebutkan satu persatu, mitra bisnis dan lain sebagainya sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik."

Interview Nanang Priatna - Pimpro Krakatau Junction

Tanya : Kapan dimulai pekerjaan proyek ini ?
Jawab : "kita sudah mulai dari hari ini (31/08/2008 -red) kita bergerak..terhadap pembangunan dan pemagaran..ini akan menghabiskan waktu selama kurang lebih 12 bulan.
dan mitra kita itu adalah dengan CHC untuk konstruksi...jadi semua pekerjaan yang bersifat besi itu akan dilaksanakan oleh CHC.. sedangkan yang untuk sipil kita berusaha untuk memanfaatkan potensi masyarakat sekitar."

Tanya : Kira-kira butuh berapa lama pembangunannya ?
Jawab : "Ini 12 bulan..kurang lebih 12 bulan dari mulai hari ini (30/08/2008-red) dan diharapkan bisa dilaksanakan secara bertahap..artinya gedung utama..tahap pertama, kemudian tahap kedua Ruko yang dibelakang.

Tanya : Masalah perizinan ?

Jawab : "Ijin-ijin untuk bangunan kita sudah peroleh..dan ijin dari perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas inipun sudah diperoleh. Tadi Direktur Utama sudah menyampaikan
bahwa ini tetap akan dipakai sebagai area untuk Primkokas dan selain untuk bisnis juga akan di alokasikan untuk Jogging Track dan Penghijauan sehingga fungsinya tidak hanya untuk bisnis jadi ada kombinasi antara bisnis dan penghijauan."

Tanya : Kondisi tanah ?
Jawab : "Kondisi tanah sangat bagus..sangat keras sehingga kita tidak perlu membongkar atau membuat fondasi yang cukup dalam yang tadinya awalnya kita ingin membuat fondasi dengan 3 tiang setiap titik...sekarang kita modifikasi 1 tiang dengan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum yang sudah melakukan pengujian tanah."

Tanya : Harapan mengenai proyek ini ?
Jawab : "tentu dengan visi dan misi primkokas yang ingin mengembangkan usahanya.. pola yang moderen tentu akan menjadi semangat baru bagi pelaku maupun para anggota..kebetulan anggota kita sejumlah lebih kurang 6000 merupakan Karyawan Krakatau Steel dan Group..ingin juga mereka memiliki sarana yang moderen sebagai kebanggaan usaha yang dikelola oleh modalnya sendiri.

Monday, September 1, 2008

Ground Breaking Primkokas Krakatau Junction

Peletakan Batu Pertama
Pembangunan KRAKATAU JUNCTION - PRIMKOKAS
oleh: Direktur Utama PT.KRAKATAU STEEL

Cilegon, 31 Agustus 2008

Tuesday, August 26, 2008

Krakatau Junction

Primkokas KRAKATAU JUNCTION
Propelat - Cilegon



Monday, August 25, 2008

Primkokas Krakatau Junction

Primkokas nantinya akan memiliki tempat baru yang dinamakan KRAKATAU JUNCTION.

Pembangunan gedung KRAKATAU JUNCTION di tandai dengan acara peletakan batu pertama pada tanggal 31 Agustus 2008.

KRAKATAU JUNCTION
MINIATUR





Monday, March 31, 2008

PENGEMBANGAN BUDIDAYA MELON DI KOTACILEGON

Ikatan Petani Melon Cilegon (IPMC) Kota Cilegon, merintis pengembangan budidaya melon dengan mengadakan pelatihan untuk masyarakat petani kota Cilegon pada tanggal 6 Nopember tahun lalu.

Pelatihan yang diikuti oleh lima belas orang itu disamping memberikan bekal teori di kelas, juga dilanjutkan dengan praktek langsung di lapangan dengan menanam melon di lahan seluas 1000 meter milik PT. Krakatau Steel.


Hj. Faizah Mukhsin sebagai ketua kelompok angkatan ke empat tersebut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Cilegon melalui program Pendidikan Luar Sekolah dan Ikatan Petani Melon Cilegon (IPMC) Kota Cilegon yang secara tehnis membimbing dan mengarahkan para peserta pelatihan tersebut.

”Kami telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang tiada ternilai harganya yaitu tentang bagaimana menanam dan menghasilkan buah melon secara benar dan berkualitas sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi” Ujar Ibu haji yang masih nampak cantik dan enerjik itu.


Memang budidaya melon yang akhir-akhir ini menjadi trend dibeberapa daerah jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadikan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup prospektif, bahkan dapat dikembangkan menjadi agro wisata di kota Cilegon ini. Apalagi kualitas lahan dan suhu kota Cilegon sangat cocok untuk pengembangan budidaya melon.

”Semoga pengetahuan yang telah kami dapatkan menjadi bekal awal bagi kami untuk menapaki dunia usaha dibidang agro industri bahkan mungkin menjadi agro wisata di kota Cilegon.
Kami yakin hal ini akan terwujud jika ada kesinambungan dalam program ini. Untuk itu, barangkali tidaklah berlebihan jika kami mengusulkan agar program ini dilanjutkan pada program berikutnya yang mengarah pada kegiatan komersial, sehingga akan memiliki manfaat ekonomis bagi kami dan masyarakat Cilegon pada umumnya” lanjut Ibu Hj. Faizah dengan penuh semangat.

Artikel dikirim oleh:
Bp. H. Fauzi Sanusi



Tuesday, March 4, 2008

Entrepreneurial Dalam Koperasi

Oleh : Fauzi Sanusi

Pada awal tahun 90-an, kita sering mendengar istilah "koperasi berbasiskan kewirausahaan". Konsep ini sering disampaikan dalam pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar yang membahas tentang bagaimana meningkatkan dan mengembangkan kualitas gerakan koperasi agar pelaku ekonomi yang dimiliki oleh banyak orang ini dapat sejajar dengan pelaku ekonomi lainnya (BUMN dan BUMS).

Koperasi akan dapat eksis dan berkembang, demikian kata para pakar kala itu, jika para pengelolanya memiliki sipirit of entrepreneurial, semangat atau jiwa kewirausahaan. Cirinya adalah inovativ, kreativ, mampu mengelola resiko, visioner bahkan menurut Peter F Drucker (1994), seorang wirausaha sejati adalah yang mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Jiwa inovativ dan kreativ inilah yang akan memunculkan gagasan-gagasan baru dalam mengembangkan bisnisnya. Namun demikian, kreativitas dan inovasi tidak akan dapat direaliasikan jika tidak ditopang dengan keberanian dalam mengambil resiko.

Unsur-unsur penting dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan adalah destiney, courage, dan action (Ariwibowo-Sri Bawono-2004). Destiney dimaksudkan sebagai tujuan hidup yang jelas (life purpose). Seorang wirausaha memiliki arah yang jelas kemana dia harus melangkah, hal ini penting pada saat membuat berbagai keputusan dalam bisnisnya. Courage adalah keberanian untuk memutuskan. Keberanian untuk mengambil resiko. Sering sekali kita temui keragu-raguan yang dialami oleh pimpinan perusahaan untuk memulai dan memutuskan suatu terobosan bisnisnya, sehingga terkesan lamban sehingga dia kehilangan kesempatan. Padahal dalam bisnis, kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya. Action merupakan aplikasi dari tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Bukan hanya NATO ( not action, talk only) tetapi keberanian untuk memulai dan mengambil resiko, itulah syarat mutlak keberhasilan wirausahawan. Keberanian dalam mengelola resiko memang hanya dimiliki oleh mereka yang berjiwa wirausaha. Pengertian berani disini adalah suatu tindakan yang disertai dengan perhitungan-perhitungan yang sangat cermat. Bukan keberanian yang membabi buta.

Pengusaha yang tidak memiliki mental wirausaha, akan berhenti hanya sebatas pada memunculkan ide dan gagasan semata. Itulah bedanya pengusaha dengan wirausaha. Wirausaha, menurut Sri Edi Swasono (1978), pasti pengusaha, akan tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Pengusaha yang bukan wirausaha ketika akan merealisasikan gagasannya, dia akan berfikir berulang-ulang dan berkali-kali. Selalu dihantui dengan keraguan dan rasa takut terhadap resiko kegagalan. Dia tidak berani gagal. Oleh karena itu, Mario Teguh menganjurkan, "lebih baik mencoba kemudian gagal, daripada gagal untuk mencoba". Anak saya ketika berkeinginan untuk dapat mengendari sepeda, dia selalu gagal untuk mencoba karena takut terjatuh. Cukup lama dia tidak dapat mengendarai sepedanya karena selalu takut jatuh, sampai pada akhirnya dia berani mencoba dan akhirnya dia dapat mengendarai sepeda kesayangannya.

Pengusaha yang bukan wirausaha tidak memiliki kemampuan dan kecakapan dalam mengelola resiko, bahkan cenderung untuk menghindari resiko. Pengusaha jenis ini akan selalu mencari rasa aman, kegiatannya hanya rutinitas mengerjakan apa yang selama ini sudah ada. Mental seperti itu menurut Robert T Kiyosaki (2003) biasanya dimiliki oleh para employee (karyawan). Tapi saya tidak berani mengatakan bahwa karyawan tidak patut untuk mengelola badan usaha koperasi, sebab banyak koperasi karyawan di Indonesia ini yang telah modern dan maju bahkan mampu bersaing di pasar global.

Sudah saatnya koperasi dan para saudara kandungnya (baca : UKM), dikelola oleh para wirausaha sehingga dia akan menjadi organisasi bisnis yang tidak hanya profit driven, akan tetapi menjadi entrepreneurial driven corporation. Pengurus, dalam terminologi koperasi merupakan pemegang amanah RAT memiliki posisi yang sangat strategis untuk kemajuan Koperasi. Disamping memiliki jiwa wirausaha, pengurus harus memahami secara kaffah tentang esensi lembaga koperasi yang bertujuan untuk kesejahteraan para anggotanya. Demikian pula dengan karyawan (kalo ada), harus ditanamkan sikap profesional yang mengerti tentang apa yang dikerjakannya. Jika pertautan antara pengurus dan karyawan berkelindan secara harmonis, kemajuan dan perkembangan koperasi adalah sebuah keniscayaan. SEMOGA.

Penulis Artikel :
adalah mantan karyawan Primkokas dangan Jabatan terakhir Asisten Manager, tinggal di Cilegon, saat ini aktif sebagai Dosen di Fakultas Ekonomi - Untirta, Serang dan Pengurus KADIN Cilegon serta aktif sebagai Enterpreneur.